Kamis, 23 Juli 2009

Still Walk in Mistake Road

Kokuo tetap pada dirinya yang diliputi kegelapan. Serasa enggan untuk meninggalkan tabiat aneh, padahal sesungguhnya kokuo enggan lepas dari kegelapan hanya karena dirinya enggan untuk ditinggalkan...
Apa yang ditinggalkan atau siapa yang ditinggalkan... tidak ada yang tahu, karena kokuo menjalani semua itu. Kokuo enggan meninggalkan karena enggan untuk ditinggalkan.
Tapi malangnya, kokuo dinilai mengkasihani diri sendiri, padahal kokuo pun berjuang agar lepas dari rasa "dikasihani".
Masalahnya... kokuo tetap dinilai salah.
Benar...
Kokuo memang berjalan dijalan yang salah dan tetap akan berjalan dijalan yang salah tersebut.
Kenapa? Karena kokuo hanya bisa kembali dari jalan yang sama bukan dari jalan yang berbeda. Jalan yang berbeda bukan mengirim kokuo kembali ke awal yang lebih baik, tapi hanya akan mengirim kokuo ke tempat yang sama sekali bukan awal yang dijalaninya.
Kenapa? Tidak ada yang bisa dilakukan oleh kokuo atau siapapun. Karena kokuo sekarang pun masih berada dijalan yang salah. Tak ada yang bisa dilakukan oleh kokuo walau dirinya telah kembali kemasa dimana sebuah kesalahan terjadi, karena kemanapun kokuo berjalan, jalan yang ditempuhnya tak pernah sekalipun merupakan jalan yang benar.